Mantai ke Pantai Greweng

November 12, 2015

Hari Minggu, 8 November kemarin, bersama “geng” rohis SMA, kami ngacir piknik ke Pantai Greweng.

Katanya, jalan-jalan ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tapi karena saya kudet, saya baru tahu rencana ini Sabtu siangnya. Terimakasih Rian atas SMS nya.

Sebelum berangkat, saya sempat berpikir kalau nantinya kami naik motor sendiri-sendiri. Walaupun saya agak sangsi, toh saya tetap siap dengan motor ber-Pertamax penuh pagi hari itu.

Taraa, jemputan dari teman-teman ternyata menggunakan mobil dengan “sponsor” *sensor*.net (maap Dan, sensor akan dilepas setelah situ juga sponsorin blog ini :p), dan dikendarai oleh Kurnia. Saat itu sekitar pukul 8.30. Kemudian kami melaju ke rumah Rian dan ke jl Flamboyan, tempat berkumpul para ladies, eh .. teman-teman perempuan kami sekaligus sebagai jemputan terakhir sebelum pergi ke Greweng.

Persiapan yang sangat matang. Jujur saya kagum dengan hal itu. Piknik ini lengkap dengan bekal nasi, gudeg, teh, cemilan, alas tempat duduk yang disiapkan teman-teman saya.

Berangkat! Kami terdiri dari 4 laki-laki; 2 depan dan 2 belakang. Dan 3 perempuan; kursi tengah. Perjalanan saat itu menempuh waktu tiga jam, karena faktor macet di daerah Berbah dan di beberapa titik jalan Gunungkidul.

Pantai Greweng merupakan pantai baru di timur pantai Wediombo, lokasinya di kecamatan Girisubo Gunungkidul. Kami sempat salah jalan, di persimpangan yang seharusnya belok kanan (jalan ke Wediombo), kami malah belok kiri.

Akhirnya kami sampai di tempat tujuan.

Saat itu tempat parkir Wediombo sangat penuh, butuh proses yang cukup lama untuk mengistirahatkan mobil di tengah belasan mobil lain dan motor yang terparkir di situ. Ini juga sempat kami sesali, di atas, di utara tempat parkir Wediombo sebenarnya ada tempat parkir ke Greweng, dan saat itu memang cukup lengang. Tapi tak apalah.

Satu-satunya akses ke pantai Greweng adalah jalan setapak terjal. Butuh waktu sekitar 45 sampai 50 menit untuk menuju ke pantai ini. Dan kami sampai dengan selamat tanpa hambatan, dengan diselingi satu kali istirahat.

Bisa dibilang, pantai Greweng masih dalam kategori pantai privat. Masih sangat sepi. Di situ pun hanya ada 4 penjual makanan.

mantai ke greweng

Kami sampai di lokasi sekitar jam 1-1.30. Cari tempat teduh, gelar tikar, langsung makan besar sambil dihibur pasir, deburan ombak, dan dihibur oleh orang-orang mojok.

Setelah makan besar, waktunya sholat dengan membagi diri menjadi 2 kloter sholat. Yang disusul dengan acara leyeh-leyeh dan foto-foto. Sayang, saya lupa membawa Samsung WB35F saya, sehingga beberapa suasana hanya saya rekam dengan ponsel ber-resolusi 640x480 pixel.

Sekitar jam 4 sore, kami mulai berjalan pulang menyusuri jalan setapak. Dan mampir ke pantai Wediombo untuk melihat sunset. Karena si matahari hanya melirik di balik mendung, kami pun pulang lebih cepat, sebelum matahari benar-benar terbenam.

Jam 5.30-an, kami mulai berjalan pulang naik mobil Multi Purpose Vehicle kami. Melewati jalan berkelok-kelok gelap, tapi dengan obrolan yang lebih ramai daripada saat berangkat.

Sampai Wonosari, kami sempatkan pula mampir bakmi Jowo, yang disponsori langsung oleh kepala “geng”.

Sekitar jam 9 malam, mobil kami sudah berhenti di jl Flamboyan. Selain untuk mengantarkan 3 teman kami, tempat ini juga dipakai untuk mengumpulkan uang iuran, guna mengganti biaya bahan bakar mobil, makanan, tiket masuk wisata, dan lain sebagainya.

Yah, begitulah acara mantai di pantai Greweng hari Minggu lalu.

Cerita ini akan diupdate bila dirasa ada yang kurang detail. Nama ketiga teman perempuan tidak saya tulis demi menjaga privasi. Nama akan ditulis by request oleh ybs.

Oh iya, saya juga merekam perjalanan pulang melalui jalan setapak (sedang diunggah). Sayang, ponsel saya keburu low batt sebelum kami menyentuh tempat parkir mobil.

Update:

Ini dia video jalan-jalan kemarin, dari rembug via WA sampai foto-foto di pantai. Karyanya M*****! (masih ingatkan? nama teteh-teteh di sini saya sensor semua :D)

comments powered by Disqus

Ubah CapsLock Jadi ESC dan Sekaligus Ctrl

Saya adalah pengguna Vim. Bila ada perang sipil antara Vim dan Emacs, secara otomatis saya akan jadi salah satu tentara Vim, anak buah om...… Continue reading

Ketika Mount Gagal dan Masuk Mode Read-Only

Published on March 26, 2016

Cara Install Gentoo

Published on March 04, 2016